Ke GFC (Grand Food Court) Malang episode 2
Kali ini saya hanya ingin memberikan review singkat tentang Grand Food Court (GFC)—selanjutnya akan disebut GFC.Saya kemarin menjajal Mie Ayam Jamur yang mana pembuatnya dari Mie Gajah Mada. Boleh dibilang aku penasaran ama rasanya, terus terang aku juga penikmat mie sih, boleh dibilang aku suka ama 2 makanan pertama bakso yang kuahnya enak, dan mie yang kuahnya enak juga. Akhirnya sampailah diriku bersama teman-teman komunitas Blogger Ngalam, Koparema (Koprol Arema) dan juga Kaskus. Sambil membahas yang namanya logo untuk acara Ultah Blogger Ngalam nantinya. Tapi lebih dititik beratkan kali ini pembagian voucher dan makan-makan :).
Baiklah, bagaimana rasa mie ayam jamur-nya?
Mie-nya boleh kubilang tidak terlalu kenyal, sedikit kaku. Kuahnya ndak terlalu asin dan kukira sudah pas. Rasanya juga sudah OK sih, tapi kalau aku rasakan mienya bener-bener kurang kenyal. Dan juga kuahnya terlalu sedikit kalau boleh kubilang. Memang sih aku lebih suka makan ramen, dan tentu saja ndak bisa dibandingkan ama rasa ramen. Mungkin ke depannya kalau boleh saya usulkan mienya kurang kenyal. :)
Hidangan kedua yang sempat aku cicipi adalah lumpia basah. Yap, lumpianya enak. Ndak berubah rasanya walaupun sudah 2 hari setelah gladi bersih kemarin. Bagus dan saya acungi jempol untuk lumpianya. Lalu minumannya, saya pilih jus strawberry. Jusnya ada yang istimewa? Ada, ada irisan strawberry di dalemnya, ini yang bikin aku suka. Jadi ndak harus murni jus yang buahnya halus, plus aku bisa merasakan susunya.
Yang agak kasihan adalah salah satu temen Blogger Ngalam yang pesan sate ayam plus lontong. Lontongnya sudah ditunggu 1 jam tidak datang-datang, ternyata lontongnya habis. Baiklah, setelah itu pesan nasi. Dan nasi pun tidak datang-datang setelah 30 menit berlalu. Sampai kemudian terjadi dobel pemesanan nasi juga. Saya ndak makan satenya, soalnya kemaren sudah saya rasakan. Pokoke manteb buat satenya.
Dari apa yang saya lihat kemarin, karyawannya masih belum bisa mengorganisir dengan baik pemesanan dari masing-masing meja, dan terkadang mengabaikan pemesanan salah satu meja ketika banyak customer yang hadir. Mungkin ada lebih baiknya tiap pelayan menghitung waktu yang mana customer memesan, sampai hidangan disajikan. Kemarin saya tidak merasakan adanya rasa panas di mie yang saya pesan, dalam arti mie tersebut lama berada di antrian menunggu untuk diberikan ke customer. Biasanya kalau mie yang fresh from stove kuahnya bisa kelihat panas, atau mungkin tadi malam itu gara-gara AC di dalam ruangan? Ndak juga.
Mungkin ini dulu :)





